Tumor Pada Bayi Informasi Lengkap Penyakit Kronis Ini

7 min read

Penyakit tumor bisa menyerang siapa saja, tua maupun muda. Tak terkecuali juga bayi. Penyakit tumor bisa menyerang bayi Anda kapan saja tanpa mengenal waktu. Meskipun Anda tak bisa menentukan penyebab tumor pada bayi secara pasti, namun tak ada salahnya jika Anda mempelajari seluk beluk penyakit ini.

Pengertian Tumor Pada Bayi

Tumor adalah benjolan yang muncul pada tubuh yang diakibatkan oleh perbanyakan sel secara berlebihan. Kemunculan benjolan ini juga dapat diakibatkan oleh sel lama yang seharusnya mati tapi masih terus bertahan hidup, sedangkan sel baru terus memperbanyak diri. Tumor pada bayi merupakan penyakit tumor yang menyerang bayi. Tumor ini dapat terjadi di mulut, rahang, tulang, dan juga kulit.

Penyebab Tumor Pada Bayi

Penyebab tumor pada bayi baru lahir memang tak bisa dijelaskan secara pasti. Namun, penyebab tumor pada bayi biasanya berasal dari akibat adanya mutasi gen. Mutasi ini dapat menyebabkan DNA dari sel dalam tubuh berubah. Perubahan ini dapat terjadi sejak dalam kandungan atau saat dilahirkan. Mutasi gen pada bayi dapat terjadi akibat bayi terkena paparan radiasi dan rokok di saat masih berada dalam kandungan ibunya.

Selain itu, penyebab tumor pada bayi juga diakibatkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah sel yang baru tumbuh dengan jumlah yang lama mati. Kejadian ini akan terjadi jika sel yang baru berkembang secara berlebihan dan sel yang lama masih tetap hidup.

Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab tumor pada bayi, diantaranya sebagai berikut:

  • Mengalami kelahiran prematur
  • Berat badan bayi rendah ketika lahir
  • Adanya gangguan perkembangan saat masih dalam kandungan
  • Kelainan genetik yang diturunkan keluarga
  • Pola hidup yang buruk saat hamil
  • Terkena paparan radiasi
  • Terkena infeksi bakteri atau virus
  • Terkena paparan bahan kimia
  • Konsumsi alkohol
  • Konsumsi obat-obatan
  • Rokok
  • Kelebihan berat badan atau obesitas

Ciri-ciri Tumor Pada Bayi

Anda memang tidak dapat mengetahui penyebab tumor pada bayi Anda dengan pasti. Akan tetapi Anda dapat melihat ciri-ciri tumor pada bayi. Bayi yang terkena tumor pasti memiliki gejala tertentu. Beberapa ciri-ciri tumor pada bayi yang dapat Anda ketahui adalah sebagai berikut :

  • Adanya benjolan di tubuh bayi. Biasanya benjolan ini berwarna merah dan tumbuh di wajah. Leher, kepala, dada ataupun punggung.
  • Mengalami perubahan warna kulit. Biasanya warna kulit berubah menjadi kemerahan, kuning atau lebih gelap lagi.
  • Mengalami demam
  • Menurunnya nafsu makan
  • Menurunnya berat badan
  • Badan lemas
  • Berkeringat saat malam hari
  • Mengalami nyeri di dada
  • Mengalami memar atau pendarahan secara tiba-tiba yang penyebabnya tidak diketahui

Jenis-jenis Tumor Pada Bayi

Seperti pada orang dewasa, tumor pada bayi juga memiliki beberapa jenis. Akan tetapi, pada umumnya tumor pada bayi juga dibagi menjadi 3 jenis yaitu tumor jinak, tumor ganas dan tumor prakanker.

Tumor jinak adalah benjolan yang tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain dan tidak menyerang sel lainnya. Tumor ganas adalah benjolan yang berbahaya karena dapat menyebar dan menyerang sel tubuh lain. Tumor ganas ini disebut kanker. Sedangkan tumor prakanker adalah jenis tumor yang apabila tidak diobati berpotensi dapat berubah menjadi kanker.

Selain itu, ada beberapa jenis tumor yang sering menyerang bayi. Tumor yang sering diderita oleh bayi diantaranya sebagai berikut.

1.    Hemangioma

Hemangioma merupakan tumor yang disebabkan oleh penumpukan sel pembuluh darah di dalam kulit atau dalam organ internal tubuh. Biasanya, tumor ini muncul dengan bentuk tanda lahir yang memiliki warna merah atau hitam kebiruan. Tumor jenis ini sering muncul di wajah, leher, kepala, dada ataupun punggung pada bayi yang masih berusia 0-18 bulan.

Tumor jenis ini tidak perlu Anda khawatirkan. Hal ini dikarenakan tumor ini  tidak bersifat kanker dan bisa menghilang dengan sendirinya. Biasanya tumor ini muncul saat bayi Anda lahir atau bahkan beberapa bulan berikutnya.

Hemangioma akan tumbuh menjadi benjolan di kulit dan tumbuh dengan cepat. Namun, akan menyusut secara perlahan dengan sendirinya. Biasanya hemangioma akan menghilang saat anak memasuki usia 5-10 tahun. Bekasnya akan membuat warna kulit menjadi berbeda dari warna kulit aslinya.

Meskipun hemangioma dapat hilang dengan sendirinya, namun pengobatan tetap diperlukan jika benjolan yang terjadi semakin membesar serta menyebabkan gangguan pada penglihatan dan pernapasan. Benjolan ini juga bisa muncul di kulit, tulang dan organ dalam.

2.    Retinoblastoma

Retinoblastoma merupakan jenis tumor yang menyerang lapisan retina pada mata. Jenis tumor ini banyak menyerang anak di usia 1-3 tahun. Tumor ini disebabkan adanya mutasi genetik pada sel saraf dalam retina mata. Jadi sel saraf terus berkembang dan membentuk tumor di dalam retina.

Retinoblastoma tumbuh dengan mengisi hampir seluruh mata. Tumor ini akan terlihat seperti selai yang memenuhi bola mata. Apabila tumor ini terpecah, maka dapat menyebar ke bagian mata yang lainnya dan menyebabkan gangguan penglihatan.

Anda harus curiga ketika mata anak Anda terlihat merah, seperti mata kucing ataupun juling. Gejala yang paling ringan dari tumor ini adalah mata merah. Maka jika mata anak Anda memerah dan tidak dapat diobati hanya dengan tetes mata, Anda harus segera memeriksakan anak Anda agar tidak semakin memburuk. Karena itu bisa saja gejala awal dari retinoblastoma.

3.    Limfoma

Jenis tumor yang satu ini dapat menyerang kelenjar leher dan perut. Limfoma merupakan bentuk keganasan dari sistem limfatik. Sistem limfatik merupakan komponen sistem kekebalan tubuh pada manusia. Jika terserang penyakit ini, maka anak Anda akan menurun daya kekebalan tubuhnya.

4.    Rabdomiosarkoma

Jenis yang satu ini menyerang otot. Rabdomiosarkoma biasanya mempengaruhi otot pipi, badan atau lengan pada tubuh anak-anak. Tumor ini dapat muncul di bagian tubuh mana saja, kecuali jaringan tulang. Tumor ini dapat ditemukan sejak pada masa kelahiran sampai masa dewasa. Namun umumnya rabdomiosarkoma ditemukan pada anak usia 6 tahun.

5.    Neuroblastoma

Neuroblastoma merupakan tumor yang berasal dari jaringan kelenjar adrenal di perut. Tumor jenis ini menyebar ke hati dengan cepat. Lalu menjalar ke kelenjar getah bening, tulang dan juga sumsum tulang belakang. Penyakit ini banyak diderita oleh anak dengan usia di bawah 5 tahun. Gejala umum penyakit ini adalah adanya pembengkakan pada perut, demam dan nyeri pada tulang.

6.    Nevi

Nevi dikenal sebagai tahi lalat. Nevi merupakan hal yang sangat umum terjadi di kulit dengan warna merah muda, kemerahan, kecoklatan atau kehitaman. Nevi biasanya tidak berbahaya, namun jika anak Anda memiliki tahi lalat yang terus berubah maka Anda harus segera memeriksakan anak Anda ke dokter.

7.    Adenoma

Adenoma merupakan tumor yang terbentuk di jaringan epitel yang melapisi kelenjar. Adenoma termasuk dalam jenis tumor jinak. Tumor ini biasanya berbentuk polip di usus besar, hati, kelenjar adrenal, kelenjar bawah otak atau kelenjar tiroid.

8.    Osteokondroma

Osteokondroma adalah salah satu jenis tumor jinak. Tumor ini merupakan tumor pada tulang yang biasanya muncul dengan benjolan di daerah sendi, misalnya lutut dan bahu.

Cara Menyembuhkan Tumor Pada Bayi

Sebelum melakukan penyembuhan tumor pada bayi, Anda harus memeriksakan bayi Anda ke dokter yang tepat. Jadi dokter dapat mendiagnosis penyebab tumor pada bayi Anda dan memberikan saran penyembuhan yang tepat. Pemeriksaan ini biasanya meliputi layanan konsultasi, pemeriksaan fisik dan penunjang. Rangkaian pemeriksaan ini terdiri dari:

  • Tes darah atau tes urine

Tes ini digunakan untuk memeriksa keadaan tubuh yang tidak normal.

  • MRI, CT Scan, USG atau Pet Scan

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui ukuran dan lokasi penyebaran tumor.

  • Biopsi

Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel dari jaringan tumor dan diperiksa di laboratorium.

Jika sudah menjalani serangkaian pemeriksaan yang sesuai prosedur, maka dokter dapat melakukan diagnosa dan menentukan penanganan yang tepat.

Obat untuk Tumor

Tumor yang tidak berbahaya dapat disembuhkan dengan konsumsi obat-obatan tertentu. Beberapa obat yang biasanya digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Penghambat Beta

Obat ini berbentuk minum seperti propanolol.

  1. Kortikosteroid

Obat ini berbentuk tablet, oles ataupun suntik.

  1. Vincristine

Obat ini diberikan melalui suntikan yang dilakukan setiap bulan.

Apabila tumor berukuran besar hingga mengganggu fungsi organ yang lain, maka dokter akan melakukan tindakan pengangkatan tumor. Metode yang digunakan dokter untuk mengangkat tumor adalah penggunaan sinar laser dan tindakan operasi bedah.

Terapi yang Dapat Dilakukan

Selain itu, ada beberapa terapi untuk tumor yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan tumor pada bayi, yaitu:

Kemoterapi

Kemoterapi merupakan terapi yang bertujuan untuk membunuh sel kanker. Terapi ini menggunakan obat-obatan dan memiliki efek samping, seperti mual dan rambut mengalami kerontokan.

Radioterapi

Radioterapi merupakan terapi yang bertujuan untuk membunuh dan mencegah penyebaran sel kanker. Terapi ini dapat mengurangi ukuran tumor dengan menggunakan sinar khusus.

Terapi Hormon

Pertumbuhan tumor dapat dipengaruhi oleh suatu hormon. Karena itu, dengan menghambat produksi hormon tersebut maka Anda juga dapat menghambat pertumbuhan tumor pada tubuh.

Imunoterapi

Imunoterapi biasanya juga dikenal dengan terapi biologi. Terapi ini menggunakan obat-obatan. Obat-obatan yang digunakan memanfaatkan sistem kekebalan tubuh untuk membasmi pertumbuhan sel tumor.

Upaya pengobatan tumor memiliki kemungkinan tidak efektif jika hanya dilakukan dengan satu pilihan metode saja. Jadi Anda dapat memilih menggunakan dua atau tiga metode tersebut agar pengobatan dapat berjalan dengan lebih efektif.

Pemilihan metode radiasi dan kemoterapi memiliki efek samping seperti gejala mual, kebotakan dan juga kelelahan. Selain itu, metode ini juga dapat mendatangkan masalah kesehatan yang lebih serius di waktu yang akan datang. Jadi Anda sebaiknya memikirkan segala kemungkinan dan menimbang dengan tepat pengobatan yang bagaimana yang paling sesuai dengan buah hati Anda.

Cara Mencegah Tumor Pada Bayi

Penyakit tumor pada bayi tidak dapat Anda perkirakan kapan datangnya. Meskipun begitu, Anda dapat melakukan tindakan pencegahan agar buah hati Anda terjaga dan jauh dari kemungkinan adanya tumor. Anda dapat melakukan pencegahan dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:

1.    Pola Hidup Sehat

Menerapkan pola hidup sehat merupakan dasar yang kuat untuk selalu menjaga kesehatan sang buah hati dan menghindarkannya dari kemungkinan berbagai penyakit. Sebagai orang tua, Anda harus memberikan contoh yang benar kepada buah hati anak Anda. Pola hidup sehat dapat Anda terapkan dengan mulai mengkonsumsi sayuran, buah, serta berolahraga dengan teratur.

Baik buah ataupun sayuran mengandung vitamin dan antioksidan yang tinggi. Kandungan ini akan membantu buah hati Anda menangkal pertumbuhan sel tumor. Selalu ingatlah bahwa apa yang Anda makan juga dapat masuk ke dalam perut bayi Anda.

2.    Hindari Rokok

Anda harus sebisa mungkin menghindarkan bayi kecil Anda dari asap rokok. Apabila tidak bisa berhenti merokok, maka setidaknya jangan pernah menyemburkan asap rokok di sekitar bayi Anda. Kekebalan tubuh bayi masih sangat sensitif.

Jika Anda merokok di dekat buah hati Anda, itu artinya Anda membuat anak Anda menjadi perokok pasif. Padahal resiko gangguan kesehatan yang ditimbulkan sangat tinggi. Karena itulah jangan biarkan buah hati kesayangan Anda terkena paparan asap rokok.

3.    Berikan ASI

Bila Anda rutin memberikan ASI untuk buah hati Anda, maka bayi mungil Anda akan terjaga kesehatannya. Hal ini dikarenakan menyusui anak kurang lebih selama 9 bulan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh buah hati Anda.

Anak Anda akan terhindar dari tumor dan berbagai ancaman kesehatan lainnya. Bahkan Anda juga akan mendapatkan manfaat kesehatan dengan menyusui. Rutin memberikan ASI pada anak, dapat menghindarkan Anda dari kanker payudara. Selain itu, Anda akan memiliki ikatan batin yang kuat dengan anak Anda.

4.    Kurangilah Garam dan Gula

Apabila Anda terlalu banyak mengkonsumsi garam, maka Anda bisa meracuni sel Anda yang sehat. Sedangkan gula dapat menjadi makanan bagi sel tumor yang sedang berkembang. Karena itu, sebaiknya Anda mengurangi asupan gula dan garam pada makanan buah hati kesayangan Anda. Akan lebih baik jika Anda mau meluangkan waktu Anda sebentar untuk memasak makanan sendiri di rumah yang dapat dijamin kesehatannya.

5.    Kurangilah Susu Sapi

Ada beberapa penelitian yang mengungkapkan bahwa susu sapi dan produk susu berkaitan erat dengan risiko tumor serta kanker. Jadi sebaiknya Anda mengurangi makanan dari produk susu. Anda bisa memberikan susu sapi dan produk olahannya dengan jumlah yang sewajarnya saja.

6.    Hindari Polusi

Polusi udara yang tinggi dapat menyebabkan tubuh anak Anda rentan terserang penyakit. Apalagi jika polusi udara tersebut disebabkan karena Anda tinggal di dekat jalan raya. Asap kendaraan bermotor yang mengeluarkan racun sangat berbahaya bagi kesehatan buah hati Anda.

7.    Hindari Pestisida

Hindarkan buah hati Anda dari paparan pestisida. Jika Anda memiliki kebun sendiri di rumah, usahakan menghindari bahan kimia dan hanya menggunakan pupuk organik saja. Bau racun pestisida yang menyengat dapat meningkatkan  resiko kanker atau tumor sejak Anda hamil.

8.    Hindarkan Anak dari Obesitas

Anda harus lebih perhatian dengan berat badan anak Anda. Jangan sampai buah hati Anda mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Anak dengan berat badan berlebihan lebih berisiko untuk terserang penyakit, seperti tumor atau kanker.

9.    Suasana Bahagia

Jangan lupa bahwa tingkat stres yang tinggi dapat memicu timbulnya penyakit, tak terkecuali tumor. Ciptakan suasana rumah yang hangat dan menyenangkan. Kondisi jiwa yang bahagia dapat membuat sistem kekebalan tubuh buah hati Anda bertambah semakin kuat. Jadi buah hati Anda dapat terjaga dari penyakit berbahaya.

Beberapa hal tersebut di atas dapat membantu Anda mencegah pertumbuhan sel tumor pada anak-anak. Ingatlah untuk selalu mengajarkan gaya hidup sehat pada anak. Segala penyakit memang tercipta bersama dengan obatnya. Namun melakukan pencegahan sejak dini merupakan hal yang wajib kita lakukan. Seperti pepatah, sedia payung sebelum hujan.

 

 

 

 

 

 

 

7 Tips Menjaga Kesehatan Ibu dan Anak di Dalam…

Memiliki buah hati tentu saja adalah kebahagiaan tersendiri dalam sebuah pernikahan. Apalagi jika ibu dan bayinya bisa melahirkan dengan selamat. Karena itu, menjaga kesehatan...
cintanyadoi
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *