Tantangan Startup Agritech Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

1 min read

Tantangan Startup Agritech Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

Tantangan Startup Agritech Dukung Ketahanan Pangan Indonesia – Pemerintah menyiapkan Rp 99 triliun untuk program ketahanan pangan pada tahun 2021, seiring meningkatnya ancaman krisis pangan dunia akibat pandemi corona dan ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi startup pertanian (agritech) dan perikanan (aquaculture).

Rerata startup yang merambat sektor ini masuk kategori teknologi finansial pembiayaan seperti TaniFund dan Crowde maupun e-commerce seperti TaniHub dan Aruna sedangkan yang mengembangkan teknologi yakni eFishery, Jala Tech dan Hara.

Tantangan Startup Agritech Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

Co-Founder sekaligus Managing Partner di Ideosource dan Gayo Capital Edward Ismawan Chamdani yang mengatakan salah satu kesulitan startup agritech ialah menyediakan solusi berbasis teknologi bagi petani yaitu sistem tanam polikultur atau menanam beragam tanaman pada satu lahan dan ini menyulitkan perangkat atau alat melakukan kontrol jarak jauh.

Tantangan Startup Agritech Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

Tantangan lain yakni petani di Indonesia bekerja sendiri sendiri, perlu ada pemimpin yang mengerti soal infrastruktur, proses produksi hingga mengemas produk dan perlu menyatukan ekosistem karena konsep seperti ini berhasil di beberapa negara.

Sedangkan investment and venture partner di UMG Idealab Jefry Pratama menilai, model bisnis e-commerce merupakan cara termudah bagi startup agritech untuk menghasilkan uang, jumlah perusahaan rintisan yang masuk kategori ini di sektor pertanian cukup banyak.

Namun, sedikit startup agritech indonesia yang mengendalkan AI atau kecerdasan buatan, analisis data, robotika atau teknologi mendalam seperti rekayasa genetika dan jefri menilai salah satu penyebabnya karena minimnya talenta digital.

Tantangan Startup Agritech Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

Kurangnya teknologi canggih di startup agritech indonesia ini merupakan peluang pertumbuhan yang lebih besar di bidang logistik, rantai pasokan dan infrastruktur yang merupakan pernyataan dari jefry.

Selain itu ia juga tidak yakin petani ingin membeli solusi pertanian berbasis teknologi, potensi memang besar tapi mungkin tidak mudah ntuk diterima pasar.

Salah satu contoh yakni FROGS yang mengembangkan drone untuk mengumpulkan data di lahan pertanian, pembeli layanan tersebut sangatlah sedikit dan selain itu perlu mendidik pasar tentang potensi dari produk tersebut.

Pemerintah memanglah menjadi pengguna potensial untuk produk tersebut tapi jika mencari pendapatan kalian harus menjual produk karena di indonesia, eFishery sempat mengalami persoalan yang serupa karena startup ini menyediakan perangkat pemberi pakan otomatis untuk ikan dan udang dan ini memungkinkan petambak menjadwalan pemberian makan menggunakan smartphone.

Nah, itu adalah sebagian informasi yang bisa kalian dapatkan mengenai informasi startup terkini yang berkaitan dengan ketahanan pangan indonesia yaitu Tantangan Startup Agritech Dukung Ketahanan Pangan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *