Mengenal Lebih Jauh Penyakit Diabetes Mellitus Pada Anak

7 min read

Melihat tumbuh kembang si buah hati yang sehat dan cerdas tentunya menjadi mimpi bagi semua orang tua. Tidak hanya di bidang kecerdasan akademik saja namun kesehatan anak merupakan hal utama yang harus diperhatikan agar tumbuh kembang anak berlangsung secara maksimal. Berbagai upaya menjaga kesehatan dari mulai menjaga dan mengatur pola makan, memberikan waktu istirahat, bermain dan bergerak yang cukup serta pemberian berbagai multivitamin penunjang menjadi salah satu usaha yang biasanya dilakukan orang tua demi menjaga kesehatan tubuh buah hati mereka.

Namun hal itu tidak serta merta memastikan anak terbebas dari serangan penyakit. Salah satu penyakit yang saat ini kerap diderita adalah penyakit diabetes mellitus pada anak. Siapa sangka, bahwa penyakit yang umumnya menyerang orang dewasa ini juga ternyata dapat diderita oleh anak – anak. Diabetes mellitus sendiri adalah salah satu penyakit yang cukup kronis, penyakit ini dapat menjangkiti manusia dalam waktu yang lama. Penyakit ini biasanya ditAndai dengan kadar gula dalam darah yang tinggi, kadar gula dalam darah biasa kita sebut dengan glukosa. Kadar gula darah atau glukosa yang menumpuk dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan kerja pada organ tubuh lain. Maka jika kadar gula darah meningkat dan tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya bagi tubuh penderita.

Memang benar bahwa glukosa merupakan sumber energi bagi tubuh manusia, jadi glukosa juga merupakan salah satu zat penting yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Glukosa ini dikendalikan oleh salah satu hormon dalam tubuh yang dikenal dengan nama insulin. Hormon insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh anggota tubuh pankreas, pada penderita diabetes organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia sehari – hari.  Sehingga tubuh tidak mampu mengolah glukosa menjadi energi yang dibutuhkan tubuh. Oleh karena itu kadar gula atau glukosa dalam darah menjadi tidak terkendali dan terus meningkat. Inilah yang dinamakan dengan penyakit diabetes mellitus atau yang banyak orang kenal dengan sebutan lain penyakit kencing manis.

Penyakit diabetes mellitus sendiri mempunyai beberapa jenis yang berbeda berdasarkan dari penyebab terjadinya, bisa dibaca pada makalah diabetes mellitus ini. Berikut beberapa jenis atau tipe dari penyakit diabetes mellitus, yakni:

  1. Diabetes mellitus Tipe 1 (DM 1)

Dibetes mellitus tipe 1 merupakan salah satu gangguan auto imun yang mengakibatkan imun yang ada pada tubuh dapat merusak sel – sel yang memproduksi hormon insulin. Berakibat pada organ tubuh pankreas yang sulit bahkan tidak mampu memproduksi hormon insulin sehingga tubuh menjadi kekurangan insulin. Hal ini akan secara otomatis meningkatkan kada gula yang ada dalam darah.

Kondisi tubuh seperti ini biasanya menyerang pasien dibawab usia 40 tahun, terutama pada masa remaja dan anak – anak. Tipe ini menjadi salah satu tipe diabetes mellitus pada anak yang biasa kita jumpai karena cenderung mudah terdeteksi di usia yang lebih muda. Meskipun belum diketahui lebih jelas penyebab dari penyakit diabetes mellitus tipe ini, para peneliti menduga bahwa kondisi tersebut tercipta akibat ada nya kombinasi faktor genetika dan lingkungan. Namun biasanya akan terjadi risiko yang lebih tinggi jika mengalami beberapa kondisi di bawah ini:

– memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita penyakit diabetes mellitus

– terserang atau terpapar oleh virus

– kemunculan auto antibodi pada tubuh

– kekurangan Vitamin D pada tubuh. Bisa terjadi karena mengonsumsi susu formula dan produk sereal sebelum mencapai usia 4 bulan.

 

  1. Diabetes mellitus Tipe 2 (DM 2)

Diabetes tipe 2 ini merupakan penyakit diabetes yang paling banyak terjadi. Dari seluruh angka kejadian penyakit diabetes mellitus, lebih dari 90 persen merupakan kasus diabetes mellitus tipe 2. Kondisi ini banyak ditemui pada penderita usia lanjut atau penderita dewasa. Berbeda dengan penyakit diabetes tipe 1, penyakit diabetes tipe 2 ini masih dapat memproduksi hormon insulin, namun yang menjadi masalah adalah jumlah dari insulin tidak mencukupi untuk mengelola gula menjadi energi dalam tubuh. Kelebihan bobot berat badan menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya diabetes tipe ini, namun tidak semua pasien diabetes tipe 2 ini memiliki bobot tubuh berlebih. Sama seperti tipe 1, belum ditemukan faktor penyebab pasti munculnya penyakit diabetes mellitus 2 ini.

  1. Diabetes Gestasional

Jenis diabetes ketiga ini biasanya ditemui pada wanita dalam masa kehamilan. Jika tidak ditangani dengan baik maka dapat menyebabkan masalah pada ibu dan anak. Kondisi ini akan membaik pasca melahirkan. Kondisi diabetes ini juga tidak akan ditemui pada anak.

  1. Diabetes Labil

Diabetes labil adalah kondisi dimana kadar gula dalam darah sulit dikendalikan dan ukuran kadar gula cenderung berubah dengan cepat atau naik turun secara terus menerus. Kondisi ini biasa disebut dengan hiperglikema atau hipoglikema. Orang yang mengidap penyakit diabetes tipe 1 memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit diabetes ini. Sedangkan pada penderita diabetes tipe 2 juga dapat mengalami hal tersebut jika penyakit yang dideritanya sudah cukup kronis.

Ikatan Dokter Anak Indonesia dalam datanya menyebutkan bahwa dalam 10 tahun terakhir terdapat kenaikan jumlah presentasi penyakit Diabetes mellitus yang menyerang anak usia 0 – 18 tahu. Kenaikan presentasi tersebut sebanyak 700 persen dan itu bukanlah angka yang sedikit. Umumnya anak – anak menderita diabetes mellitus tipe 1, namun beberapa kasus juga ditemukan bahwa anak – anak dapat mengidap penyakit DM tipe 2. Sejak bulan September 2009 hingga saat ini tercatat lebih dari 1.300 kasus Diabetes mellitus tipe 1 yang terjadi di Indonesia. Kondisi ini paling banyak ditemukan di beberapa wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan juga di Sumatera Selatan.

Dalam diagnosis awal, penyakit DM 1 banyak ditemui pada kelompok usia 10 – 14 tahun dengan jumlah penderita sebanyak 403 kasus. Dan disusul oleh kelompok usia 5 – 9 tahun dengan jumlah pe derita sebanyak 275 kasus. Sementara untuk anak dengan usia di bawah 5 tahun terdapat 146 kasus dan yang paling rendah diderita anak usia diatas 15 tahun sebanyak 25 kasus. Beberapa permasalahan diabetes di Indonesia disebabkan oleh tidak terdiagnosisnya kasus dari penyakit tersebut. Dan sebagian permasalahan lain adalah kurangnya kontrol metabolik yang dilakukan oleh orang tua kepada anak mereka.

Terdapat beberapa gejala yang dapat kita jumpai untuk melakukan deteksi lebih awal mengenai penyakit diabetes mellitus pada anak, seperti:

  1. Anak menjadi lebih sering makan dan juga minum

Kurangnya hormon insulin pada penderita diabetes mellitus yang berfungsi untuk menyalurkan gula ke dalam sel akan membuat otot dan organ lain dalam tubuh melemah terlebih pada anak yang masih mengalami masa pertumbuhan. Otak akan menangkal kondisi tersebut sebagai kondisi kurangnya energi, sehingga akan secara otomatis mengirim sinyal lapar ke seluruh tubuh agar bisa menghasilkan energi.

  1. Anak sering buang air kecil

Gula darah seharusnya disaring oleh ginjal dan diserap kembali oleh darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Namun kelebihan jumlah kadar gula darah membuat ginjal tidak dapat menyerap seluruh gula darah yang ada, sehingga sebagian kelebihan gula darah akan dibuang bersama dengan air kencing. Mekanisme ini terjadi secara otomatis sebagai sistem pertahanan tubuh.

  1. Anak menjadi mudah lelah dan lebih emosional

Tidak berfungsinya beberapa organ tubuh sebagaimana mestinya membuat kerja tubuh anak Anda menjadi melemah, hal ini dapat menyebabkan anak Anda menjadi mudah lelah dan mudah marah karena tidak dapat mengendalikan kerja tubuhnya secara maksimal.

  1. Memiliki luka yang sulit sembuh

Kandungan gula dalam darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada beberapa saraf dibagian tubuh anak Anda. Kerusakan saraf ini juga dapat menghambat proses penyembuhan luka pada tubuh, sehingga luka akan sulit mengering atau menutup.

  1. Ada nya penurunan berat badan yang drastis dalam kurun waktu 2 – 6 minggu

Anda tentu bertanya – tanya mengapa setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah besar, tubuh terus mengalami penurunan berat badan. Hal ini terjadi akibat kemampuan metabolisme tubuh yang terganggu  ketidakmampuan mengolah glukosa menjadi energi membuat tubuh mencari sumber energi lain seperti lemak dan otot. Hal ini yang membuat berat badan anak Anda terus menurun.

  1. Anak menjadi rentan terinfeksi penyakit

Karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang menurun, anak Anda akan mudah terkena penyakit. Kuman atau mikroorganisme membutuhkan glukosa untuk dijadikan sumber energi. Kondisi kadar glukosa yang berlebih tentu sangat menguntungkan bagi perkembangan bakteri atau virus yang terdapat pada tubuh. Perhatikan selalu kebersihan tubuh anak Anda karena bakteri biasanya mudah bersarang pada lipatan – lipatan kulit yang hangat dan lembab.

Jika anak atau saudara Anda mengalami beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas, maka Anda perlu segera mengecek dan menindaklanjuti dengan membawa anak atau saudara Anda ke dokter terdekat untuk melakukan pemeriksaan awal. Kebanyakan orang tidak menyadari gejala – gejala awal berikut dan biasanya baru membawa anak ke dokter jika sudah mengalami kondisi yang cukup parah. Oleh sebab itu jika menemukan beberapa gejala dan kecurigaan seperti yang disebutkan, janganlah ragu untuk memeriksakan anak Anda ke dokter.

Namun Anda tidak perlu takut, ada beberapa cara pencegahan yang bisa Anda laku kan sebelum si kecil memiliki risiko terkena penyakit yang satu ini. Berikut beberapa hal yang bisa Anda laku kan sebagai langkah pencegahan penyakit diabetes mellitus ini:

  1. Mempertahankan berat badan ideal anak

Di Indonesia sendiri, banyak pandangan jika anak gemuk adalah anak yang sehat. Padahal pandangan itu tidak benar sama sekali. Orang tua cenderung memberikan multivitamin pada anak untuk menambah nafsu makan serta berat badan anak. Padahal sebenarnya berat badan si buah hati sudah termasuk dalam golongan berat badan yang normal. Untuk itu lah orang tua wajib mengetahui ukuran berat badan ideal anak mereka masing – masing. Berat badan ideal seharusnya disesuaikan dengan tinggi tubuh serta usia anak. Jangan sampai anak kekurangan atau kelebihan berat badan dari berat idealnya. Berat badan ideal dapat mengurangi risiko diabetes pada anak. Usahakan juga untuk mengurangi konsumsi lemak berlebih pada anak dan tetap mengontrol jumlah kalori harian yang dikonsumsi anak.

  1. Rajin mengonsumsi buah dan sayur

Memang rasanya sulit sekali membuat anak dapat mengonsumsi sayuran dan buah. Namun di sini lah Anda perlu mengasah kreativitas Anda dalam menyajikan makanan sehat dan seimbang yang menarik untuk dikonsumsi anak. Sayur dan buah banyak memiliki kandungan penting yang menyehatkan khususnya bagi anak dalam masa pertumbuhan. Sayur dan buah juga tinggi serat, sehingga memperlancar pencernaan anak Anda agar terhindar dari penumpukan lemak dan berat badan yang berlebih. Berbagai resep makanan menarik mudah Anda temukan di situs internet. Untuk yang tinggal di kota besar dan tidak memiliki waktu yang cukup untuk memasak, berbagai catering makanan sehat juga sudah banyak tersedia di berbagai kota besar pada umumnya. Selain itu buah dan sayur berhubungan juga dengan penyebab tumor pada bayi baru lahir.

  1. Mengurangi konsumsi minuman berperisa atau minuman bersoda

Minuman manis dan bersoda tentunya menjadi favorit bagi anak – anak. Berbagai rasa menarik yang disediakan tentunya memanjakan lidah si buah hati. Tidak jarang pada jaman yang serba instan ini orang tua cenderung memberikan minuman siap saji. Namun ternyata kandungan gula yang tinggi pada minuman berperisa dapat menjadi salah satu pemicu tingginya kadar gula dalam darah. Anda bisa mengganti minuman tersebut dengan membuat jus atau es buah sendiri di rumah. Dengan begitu Anda bisa mengatur juga mengontrol jumlah gula yang dikonsumsi oleh anak Anda.

  1. Olahraga atau bergerak secara aktif

Olahraga dan bergerak secara aktif dapat menekan risiko terkena penyakit diabetes. Olahraga juga ternyata dapat mengurangi kadar gula yang terdapat dalam darah, selain itu berolahraga juga dapat meningkatkan kadar insulin dalam tubuh. Selain menjaga kondisi tubuh anam tetap sehat, berolahraga dan aktif bergerak juga dapat menjaga berat badan tetap ideal. Orang tua dapat mengajak anak untuk melakukan permainan – permainan edukasi yang menarik. Ide serta contoh permainan sudah banyak disediakan di berbagai media. Salah satunya bisa Anda akses melalui media internet.

  1. Batasi penggunaan gadget pada anak

Pada era ini, gadget menjadi hal yang sangat melekat pada anak. Hampir sering ditemui anak yang tidak dapat lepas dari layar gadget. Penggunaan gadget berlebih juga mengurangi aktivitas fisik yang dilakukan anak sehari – hari.  Hal ini menjadi salah satu penyebab risiko terjadinya diabetes mellitus pada anak semakin meningkat. Orang tua memiliki peran yang besar dalam kondisi ini. Orang tua dapat melakukan pembatasan waktu penggunaan gadget pada anak dan dapat mengajak anak melakukan aktivitas lain bersama – sama.

Tidak hanya melalui kontrol metabolik, cara pencegahan dan pengobatan yang teratur. Upaya pencegahan yang dilakukan oleh pihak – pihak terkait seperti ada nya sosialisasi dan edukasi bagi orang tua juga sangat baik jika dilakukan. Pemerintah bisa bekerja sama dengan puskesmas, rumah sakit atau sekolah dan juga beberapa lembaga terkait dengan pengadaan sosialisasi dan edukasi penyakit ini. Hal ini terutama karena jumlah penderita penyakit diabetes mellitus pada anak yang terus meningkat setiap tahunnya. Kondisi tersebut cukup memprihatinkan, selain penyakit ini belum dapat disembuhkan, tumbuh kembang anak Indonesia yang sehat dan cerdas juga merupakan harapan seluruh masyarakat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *