Gojek Klaim Semakin Dekat ke Profitabilitas

1 min read

Gojek Klaim Semakin Dekat ke Profitabilitas

Gojek Klaim Semakin Dekat ke Profitabilitas – Salah satu perusahaan unicorn asal indonesia yaitu Gojek diketahui telah sangat dekat untuk mendapat profit atau keuntungan di setiap segmen bisnis yang dijalaninya namun CEO sekaligus pendiri GoJek ini mengaku bahwa dalam bidang transportasi GoJek masih jauh dari profit.

“Kamu melihat adanya daya tarik besar baik online maupun offline bagi semua bisnis kami dan juga bahwa kami semakin dekat untuk mendapatkan profit dari semua bisnis kecuali transportasi.” ujar nadiem yang dikutip dari Reuters.

Gojek Klaim Semakin Dekat ke Profitabilitas

Go-Jek juga merupakan penguasa di bidang transportasi dan pengiriman online di indonesia dimana tiap bulannya perusahaan tersebut memproses lebih dari 100 juta transaksi bagi sekitar 20 sampai 25 juta pengguna layanan bulanannya.

Gojek Klaim Semakin Dekat ke Profitabilitas

Go-Jek ini juga sekarang telah mulai melebarkan sayapnya ke negara negara di asia tenggara lainnya seperti Vietnam dan rencananya nanti hingga ke filipina serta menurut laporan dari Google Temasek Go-Jek ini diperkirakan akan mengalami peningkatan nilai dari 5,1 miliar dolar amerika serikat atau sekitar Rp 73 Triliun pada tahun 2017 menjadi sekitar 20,1 dolar AS atau sekitar Rp 289 triliun pada 2025.

Dimana sebelumnya Go-Jek mengatakan mereka telah menyiapkan investasi sebesar 500 juta dolar AS atau sekitar Rp 7 miliar untuk memasuki pasar Vietnam, Singapura, Thailand dan Filipina dimana hal tersebut dipaparkan pada Mei 2018 setelah Uber di Asia Tenggara diambil alih oleh Grab.

Nadiem mengatakan bahwa rencana agresif ini membuat Go-Jek mendapat dukungan dana yang kuat dari para pemodalnya dan sejak peluncurannya pada 1 agustus di vietnam dimana aplikasi kami telah berhasil merebut 15 persen pasar di Ho Chi Minh kata Nadiem.

Gojek Klaim Semakin Dekat ke Profitabilitas

Dilaporkan bahwa pada pekan ini Go-Jek telah mulai membuka rekrutmen bagi mitra pengemudi motor di Thailand dimana Go-Jek berharap kekhawatiran atas munculnya monopoli setelah Uber dan Grab bersatu justru bisa membantu mereka memperlebar sayapnya.

“Kami membawa kembali pilihan bagi pelanggan dimana pemerintah singapura sendiri terlihat sangat tertarik untuk membawa kembali kompetisi pada bidang ini, “kata Nadiem”.

Go-Jek banyak sekali didukung oleh pemodalnya dimana baik secara finansial maupun bidang keahlian dan menjelaskan bahwa Go-Jek berkolaborasi dengan Alphabet Inc Google untuk mengembangkan platform dimana tencent dalam mengembangkan strategi pembayaran, JD com di bidang operasi logistik, dan Meituan Dianping untuk hal transaksi penjual serta pengantaran.

Selain itu Go-Jek juga mengembangkan Go-Ventures bagian yang akan melakukan investasi terhadap perusahaan perusahaan startup di Asia Tenggara dan itulah yang menjadikan Gojek Klaim Semakin Dekat ke Profitabilitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *